Selamat hari Raya Idul Fitri 1430H

9/18/2009

|

Marhaban Ya Ramadhan

8/22/2009

|

IMAJINASI

Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.

Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja? Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah
magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.

Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini.
Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.

Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.

Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan
imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.

Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk
pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.

Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.

Bulatkan tekad

Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss
Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.

Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.

Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”

Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”

Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.

Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan
imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.

Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.

Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.

Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.

Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!

Sumber: Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi oleh Anthony Dio Martin, Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing
Director HR Excellency

2/20/2009

|

Jalan menuju sukses

Seorang anak muda berbicara dengan gurunya. Ia bertanya, “Guru,

bisakah engkau tunjukkan dimana jalan menuju sukses ?”

Uhm….., Sang guru terdiam sejenak. Tanpa mengucapkan sepatah kata,

sang guru menunjuk ke arah sebuah jalan. Anak muda itu segera

berlari menyusuri jalan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau

membuang-buang waktu lagi untuk meraih kesuksesan. Setelah beberapa

saat melangkah tiba-tiba ia berseru, “Ha! Ini jalan buntu!” Benar,

di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang menutupi jalan. Ia

terpaku kebingungan, “Barangkali aku salah mengerti maksud sang

guru.”

Kembali, Anak muda itu berbalik menemui sang guru untuk bertanya

sekali lagi, “Guru, yang manakah jalan menuju sukses.”

Sang guru tetap menunjuk ke arah yang sama. Anak muda itu kembali

berjalan ke arah itu lagi. Namun yang ditemuinya tetap saja sebuah

tembok yang menutupi. Ia berpikir, ini pasti hanya gurauan. Dan anak

muda itupun merasa dipermainkan.

Emosi dan dengan penuh amarah ia menemui sang guru, “Guru, aku sudah

menuruti petunjukmu. Tetapi yang aku temui adalah sebuah jalan

buntu. Aku tanyakan sekali lagi padamu, yang manakah jalan menuju

sukses? Kau jangan hanya menunjukkan jari saja, bicaralah!”

Sang guru akhirnya berbicara, “Di situlah jalan menuju sukses. Hanya

beberapa langkah saja di balik tembok itu.”

Siapa bilang tembok adalah tujuan akhir?

1/08/2009

|

Sulit Memulai Usaha

Banyak pertanyaan, mengapa orang itu sulit memulai
usaha. Dan, ahirnya banyak alasan yang sengaja
dicari-cari yang dijadikan sebagai alasan pembenar,
bahwa memulai usaha itu sulit, karena memulai usaha
itu harus ada modal, punya tempat, dll. Padahal,
menurut saya, jika kita memiliki jiwa wirausaha,
maka persoalan semacam itu akan bisa kita atasi.
Sehingga, ahirnya menyadari bahwa sesungguhnya
memulai usaha itu tidak sesulit seperti yang kita
bayangkan.

Dalam kontek ini, saya kira memang perlu ada suatu
taktik atau rekayasa bahwa kita itu harus dalam
kondisi terpaksa untuk memulai usaha itu.
Misalnya,
saat di PHK, atau kita sedang tidak punya apa-apa.
Atau, disaat kita sudah capai melamar pekerjaan di
mana-mana, tapi tetap tak ada satupun perusahaan
yang memperkerjakan kita. Bisa juga, disaat kita
sedang drop-out dari sekolah atau tidak kuliah lagi,
sehingga saat itu kita punya perasaan bahwa seolah
kita tidak punya lagi masa depan.

Saya kira, justru disaat itulah atau disaat kondisi
kita "terhimpit" keadaan seperti itu, muncul ide
bisnis atau pikiran yang brilyan atau cemerlang,
yang ahirnya membuat kita ada keberanian untuk
memulai usaha. Ada keberanian kita untuk mandiri,
dan bersemangat lagi untuk belajar berwirausaha,
sekalipun tak tahu jenis usaha yang akan kita
jalankan.

Tapi sebaliknya, kalau saja keadaan kita
sehari-harinya terasa aman-aman saja, maka sulit
untuk melakukan perubahan. Kita jadi sulit untuk
berubah dari yang aman menjadi yang tidak aman.
Maka, salah satu upaya yang bisa kita lakukan ialah,
kita harus berani masuk dalam bisnis. Kita harus
masuk dalam dunia yang penuh ketidakpastian. Nah,
kalau kita terbiasa dengan dunia yang pasti, maka
kita akan sulit untuk memulai usaha. Sehingga, saya
kira kita memang perlu ada perubahan sikap mental.
Contohnyam disaat kita memulai usaha berarti kita
telah mencoba mengambil resiko, atau dibutuhkan
keberanian untuk ambil resiko.

Tapi, selama ini, saya kerap kali menjumpai banyak
orang yang selalu punya pikiran negatif dulu,
padahal mereka belum memulai usaha. Mereka berfikir
resiko. Misalnya, kalau usahanya tidak jalan terus
gimana? Kalau usaha kita nanti rugi, lantas kita
makan apa? Kalau produk yang kita jual tidak laku,
terus gimana?

Jadi, kita belum apa-apa sudah hanyut dengan
pikiran-pikiran yang negatif atau pikiran yang
tidak-tidak ! Yaitu, tidak laku, takut usahanya
macet, takut gagal, dll. Saya rasa, jika kita sudah
berkeinginan untuk berwirausaha, yah sebaiknya kita
harus punya pikiran positif atau ya...ya...ya. Ya
bisa maju, ya bisa laku, ya bisa untung ! Sehingga,
kita harus selalu optimis. Kita tentu saja butuh
ketekunan, kesabaran, dan harus selalu memiliki
semangat yang prima.

Oleh karena itulah, dalam setiap kesempatan seminar,
road show maupun kuliah di Sekolah Calon Pengusaha
"Entrepreneur University" yang kebetulan saya
dirikan, saya juga selalu menyarankan mereka untuk
setiap saat berani mencoba untuk memulai usaha.
Kapan saja, dimana saja, dan jenis produk atau jasa
apa saja.

Yakinlah, dengan kita bersikap mental seperti itu,
yang namanya memulai usaha akan menjadi hal yang
mudah. Tidak sesulit yang kita bayangkan. Jadi, saya
kira "Memulai usaha itu memang beresiko, tapi tidak
memulai usaha akan lebih beresiko".
Yah, kita tak
punya aset. Berani mencoba ?

oleh : Purdi E Chandra,

12/13/2008

|

Selamat Hari Raya Idul Adha 1429H

12/10/2008

|

Pengumuman Pemenang Lomba Foto YPHL 2008

Yahhhhhh gagal lagi, gue ikutan lomba bertema kelestarian hutan, harap2 dapat hadiah, nama aja kaga nongol di pengumumannya, kecewa banget!!!!. padahal gue udah kirim 5 foto sesuai dengan tema yang dilombakan, dan udah masuk babak ketiga..tapi juri mungkin menilai beda....yahhhh
tapi kaga papa dehhh, mungkin lain kali gue yang menang..hi 3x harus opotimis, emang yang menang fotonya keren2, salut dah yang bagi pemenang, Selamat ya...tapi dari lomba foto ini kita bisa mengambil manfaat, bahwa kerusakan lingkungan hutan di Indonesia memang sudah sangat parah terjadi,
Di daerah Kalimantan Selatan saja tiap memasuki musim kemarau selalu terjadi pembakaran hutan, baik milik para petani sendiri atau membuka lahan baru sehingga mengakibatkan terjadinya kerusakan alam seperti hutan yang rusak, kabut asap, Banjir, matinya tumbuhan yang baru berkembang, ini merupakan kurangnya kesadaran masyarakat itu sendiri juga untuk pemerintah harus lebih meningkatkan pengawasan dan sosialisasi anti pembakaran hutan agar sehingga terciptanya keseimbangan untuk menjaga kelestarian alam, Pulau Kalimantan yang masih dipenuhi hutan merupakan salah satu paru-paru dunia, sungguh sangat disayangkan jika mengalami kerusakan seperti ini, mari kita selamatkan hutan kita agar bumi kita khususnya Indonesia tidak mengalami global Warning??!!

Buat pemenang sekali lagi selamat ya...moga tidak hanya fotonya saja menjaga lingkungan....tapi benar2 kita bisa menjaga kelestarian alam Indonesia..

Berikut nama-nama PEMENANG Lomba Foto YPHL 2008:

Juara Pertama:
Hadiah: Uang Tunai Rp 20.000.000 + Trophy + Notebook
Herry Wiyanto
dengan judul foto “Di Kaki Gunung Merapi”
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810260041591.jpg

Juara Kedua:
Hadiah: Uang tunai Rp 15.000.000 + Trophy + Notebook
Andi Lubis
dengan judul foto “Memotret Hutan”
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810062130031.jpg

Juara Ketiga:
Uang tunai Rp 10.000.000 + Trophy + Kamera
Younsel Evand Roos
dengan judul foto “Hutanku Asri”
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810171204002.jpg

Juara Harapan I:
Hadiah Rp. 1.000.000
Indra Manik
dengan judul foto “Desaku Hijau”
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810310312591.jpg

Juara Harapan II:
Hadiah Rp. 1.000.000
Hasrul Kokoh
dengan judul foto “Jalan Kehancuran”
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810082051421.jpg

Juara Harapan III:
Hadiah Rp. 1.000.000
Samsul Ulum
dengan judul foto “Senja di Sebuku”
http://www.kabarindonesia.com/fotoberita/200810281109171.JPG

Kami ucapkan SELAMAT kepada para pemenang, keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan juga tidak diadakan surat menyurat. Para Pemenang akan dihubungi per email secara pribadi.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami,
Penyelenggara: Yayasan Peduli Hutan Lestari (YPHL)
Graha MIK Taman Perkantoran Kuningan,
Jl. Setia Budi Selatan Kav. 16-17, Jakarta 12920 Indonesia,
Tel. 021-5794 1780 FAX 021-5794 1413,
Website: http://www.indonesiarainforest.org/
Email: info@indonesiarainforest.org

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com//

12/01/2008

|

Tip Buat Logo

Proses sederhana dalam mendesain, contohnya pembuatan logo (corporate identity) perusahaan B :

proses pembuatan karya :
- menerima permasalahan yaitu membuat logo perusahaan A
- mengumpulkan data tertulis/observasi (wawancara dengan pihak perusahaan) mengenai perusahaan A (bidang, asal
kota, slogan,dll)
- membuat konsep yang akan diterapkan pada logo tersebut berdasarkan data yang kita dapatkan
- berkreasi berdasarkan unsur desain seperti harmoni and balancing, penerapan warna, bentuk,komposisi,tipografi (penggunaan jenis huruf)yang sesuai dengan ciri khas perusahaan (yang bisa dilihat dari bidang / visi dan misi perusahaan,dll)(sketsa bisa dengan manual/ komputer) - Asistensi (sebagus-bagusnya karya jika tidak tepat dalam mempresentasikannya akan menjadi nilai minus)

proses kerja :
- mengetahui dead line (sanggup/tidak)
- sebelum bekerja membuat pernyataan tertulis di atas kertas M.O.U.(jika perlu)
- membuat time line (misal berapa hari anda mengumpulkan data, membuat konsep, sketsa kasar , dll)
- membuat berkas kerja untuk proses asistensi kita terhadap klien(supaya klien tidak meremehkan pekerjaan kita dan tidak banyak berkelit, intinya profesional)

Setiap tempat dibumi memiliki iklim, terrain, aktivitas, gairah, tingkatan moral, komunikasi, transportasi, yang berbeda satu sama lain, perbedaan tersebut biasanya mempengaruhi adat atau sifat suatu suku atau bangsa, adat atau sifat yang mendarah daging tersebut tampaknya tidak terlalu tergoyahkan oleh arus globalisasi yang kerap kali mempengaruhi gaya hidup warga dunia. Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi seseorang dalam berkarya terutama desain.

Dalam menilai suatu karya desain seharusnya bagus jeleknya tidak dapt dinilai hanya dari perwajahannya saja. dari sisi umum perbedaan watak, sifat, kepribadian, serta pengetahuan manusia dapat mempengaruhi besar kecilnya apresiasi terhadap suatu karya desain, lain halnya dengan seorang desainer yang mengetahui bagaimana proses untuk menilai karya sebagaimana yang selalu ia kerjakan dalam membuat suatu karya desain.
Hal ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi seorang desainer bagaimana membuat suatu karya yang tepat, yaitu konsumen bisa menangkap ide kreatif kita dengan mudah dan cepat. Bayangkan seperti seorang ibu rumah tangga yang bekerja keras membuat saluran perairan dari pegunungan seorang diri, agar air dapat mengalir ke kampungnya, setelah sekian lama bekerja keras akhirnya air sampai juga di kampungnya, dan semua orangpun mendapat kemudahan dari hasil kerja keras sang ibu tersebut.Tidak semua yang mudah atau memudahkan itu murahan karena ada kerja keras didalamnya hanya tidak semua orang yang tahu bagaimana seseorang tersebut bekerja keras.

semoga bermanfaat....selamat berkarya

11/25/2008

|

Lomba Desain Logo PT Pos Indonesia (Persero)

Belum punya mobil atau belum punya Note Book..buruaan ikutan ....Gratisss!!! Lomba design Logo PT Pos Indonesia (Persero)

Persyaratan Peserta
- Terbuka untuk umum, WNI, perorangan maupun kelompok, kecuali panitia, dewan juri dan keluarganya.
- Tidak dipungut biaya pendaftaran
- Peserta melampirkan identitas diri (fotokopi KTP)
- Peserta wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan keaslian ide (bisa didownload di www.posindonesia.co.id)


Kriteria Logo
- Logoberupa logogramdanlogotype(gabungan keduanya)
- Logo adalah karya asli, bukan jiplakan atau contekan
- Logo harus mencantumkantext POS INDONESIA
- Logo harus dapat mengkomunikasikanmisi dari PT POS INDONESIA
- Penampilan logo sederhana, mudah diingat & diterapkan pada berbagai kemungkinan teknik dan media, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi
- Logo belum pernah dipublikasikan / disayembarakan
- Semua karya yang dikirimkan menjadi milik panitia
- Dewan Juri dan PT POS INDONESIA berhak melakukan perubahan desain bila diperlukan dan pemenang wajib melakukan revisi perubahan

Jadwal Penerimaan dan Penjurian
- Batas akhir penerimaan logo adalah tanggal 10 Desember 2008
- Penjurian Tahap 1 dilakukan tanggal 15 - 17 Desember 2008
- Penjurian Tahap 2 dilakukan tanggal 19 - 20 Desember 2008
- Panitia & Dewan juri tidak melayani surat menyurat pada lomba ini.
- Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat
- Semua karya menjadi hak milik PT POS INDONESIA

Dewan Juri
1. Dr. I Ketut Mardjana (Wakil Dirut PT Pos Indonesia)
2. Narga Habib (Brand Consultant / Praktisi Periklanan )
3. Hakim Lubis (Creative Director / Praktisi Periklanan )
4. Drs. Indarsjah Tirtawidjaja (Dosen & Anggota Kelompok Keahlian
KOMUNIKASI VISUAL dan MULTIMEDIA (KVMM) FSRD ITB, Dekan Fakultas Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama)
5. Dr. Priyanto Sunarto (Pengajar DKV ITB)

Ketentuan Teknis
- Peserta dapat mengirimkan maksimal 2 alternatiflogo
- Logo harus memiliki warna korporat PT. POS INDONESIA
- Identitas peserta ( Nama, Alamat, Pekerjaan, No telpon ) ditempel di kanan bawah belakang karya.
- Konsep diketik di kertas A3, 1,5 spasi dan ditempel di bagian belakang desain logo utuh.
- Menyertakan CD file desain logo dalam format CMYK :
* Folder Logo Asli : Corel Draw / Freehand / Illustrator
* Folder Presentasi : JPEG 300 dpi ( high quality )
* Folder Konsep Logo : Ms Word
- Lampirkan surat pernyataan yang berisi keterangan orisinalitas logo yang ditandatangani di atas meterai Rp.6000,
- Semua dokumen dimasukan ke amplop coklat tertutup tidak boleh dilipat, dikirimkan ke :
Panitia Sayembara Logo PT POS INDONESIA PO BOX : LOMBA DESAIN LOGO BANDUNG 40000

-Untuk keterangan lebih lanjut, peserta dapat mendownload informasi di : www.posindonesia.co.id

Penentuan Penilaian
- Orisinalitas karya
- Relevansi logo dengan misi PT POS INDONESIA
- Unsur estetika
- Pengaplikasian logo pada berbagai media

Hadiah
- Satu (1) pemenang Utama berhak mendapat hadiah berupa :
1 (satu) unit Grand Livina + Piagam Penghargaan
- Empat (4) pemenang Hiburan berhak mendapat hadiah masing-masing berupa :
1 (satu) unit macbook + Piagam Penghargaan
- Pajak, transportasi dan akomodasi ditanggung pemenang.

Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada surat kabar Kompas, 27 Desember 2008 dan www.posindonesia.co.id

|

KEKUATAN TERBESAR MANUSIA

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi
kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti. Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada. Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara,
yaitu: autosuggestiondan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita
untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion. Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,
melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang.
Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita. Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain.
Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;

- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.

- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar
Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”
Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan.
Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan
yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan.
Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif. Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar
bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.*

Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

Komentar Saya :

Membaca dan merenungi apa yang di katakan artikel Motivator dari Andrew Ho tersebut..
itu memang benar adanya, terbukti terjadi pada diri saya pribadi, (baca "OBSESI PUNYA KAMERA DSLR") dulu Saya sangat mengimpikan punya kamera digital ...kapan ya punya kamera digital???" pikir saya dulu" seiring berjalannya waktu, selama dua tahun menunggu, akhirnya saya sekarang udah punya kamera digital, Nikon D80 lagi......kamera yang saya mimpikan. setiap apa yang kita impikan tidak terjadi begitu saja, atau jatuh dari langit tapi kita harus selalu berusaha, bekerja keras juga tawakal agar tetap fokus pada apa yang kita impikan..


11/20/2008

|